Malam masih memeluk erat dimensi yang tak terjangkau bayang
Bersama dingin yang dihiasi cahaya-cahaya ruai menjuntai
Rasanya awan terlalu iba hingga enggan meninggalkan perasaan
ini
Berpegang doa, Tuan mengakhiri harinya dalam lelap yang nyenyak
Dalam setiap jenak
Tuan ternyata penghamba tunak
Kepada sosok perempuannya yang telah lenyap
Baginya, kumparan doa yang dirapal tak memuaskan benak
Tetapi dunia ini bukanlah tempat baik untuk menolak
Hanya memori tersisa yang mampu meredam sesak
Menggambarkan pesona pujaannya dengan sempurna
Hiduplah ia dan pujaanya dalam ilusi yang dipungkiri
Menutup mata akan kebohongan yang ia bangun sendiri
Menghidupkan kisah yang telah lama mati
Bersama tubuh putih kekasihnya yang teramat dicintai
Dongeng ini berakhir Tuan-
Biarkan dia pergi.
Surabaya, 2018.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar