Selasa, 20 April 2021

Bait Suci Sang Puan

Lantunan ayat-ayat langit menerobos bilik sederhana

Sengaja menenangkan Puan manis dengan berjuta mimpi mengangkasa

Yang selalu meringkuk, terbuai dengan semesta pribadi yang ia cipta

Berhasil memaksa jagad raya berkumpul dalam ruang rahasia miliknya

 

Dalam tatapan matanya, ada tumpah ruah rasa bernama cinta

Menjadi alasan senyuman magis melengkung sempurna di bibirnya

Gerombolan burung kecil yang diam-diam mengintip dari jendela

Menuai tanya, tidakkah kesepian memenjara dirinya?

 

Puan itu gemar mengisahkan bait sucinya dengan waktu

Bersama dalil-dalil dan cokelat hangat yang ia seduh

Tak mengenal sepi, inilah kebebasan yang ia tuju

Bebas merangkai aksara memuja Tuhan dengan merdu

 

Untuknya, ia hanya penghamba setia Sang Maha Tinggi

Tulus menerima setiap celah yang lazimnya dipungkiri

Memberi apresiasi bagi keagungan jiwa pemberian Ilahi

Dan ketidaksempurnaan yang membuatnya lebih manusiawi

 

Surabaya,  2018

1 komentar:

  1. "Bebas merangkai aksara memuja Tuhan dengan merdu"

    Keren kak��

    BalasHapus

Monolog Kusut

  Surabaya, 15 November 2023 Aku termenung, seperti malam-malam sebelumnya. Hanya kali ini disertai gerimis yang membosankan. Hujan mulai me...